S: The Last Policeman
Judul
Setelah kejadian pembajakan pesawat Jepang pada tahun 1977, Jepang membentuk sebuah tim khusus anti teroris untuk mengatasi kasus yang tidak bisa ditangani oleh satuan polisi biasa yang disebut S. S ini dibagi menjadi dua divisi SIT (Special Investigation Team) dan SAT (Special Assault Team). Prinsip mereka adalah “mengendalikan” pelaku. Dengan kata lain: diizinkan untuk menembak mati pelaku di tempat. Baru-baru ini, dibentuk lah S ketiga yang bernama NPS (National Police Safetyrescue) untuk menangkap penjahat hidup-hidup. Prinsip NPS adalah “mengamankan” pelaku, prinsip yang amat bertolak belakang dengan SAT.
Ichigo Kamikura, mantan petinju, masuk ke dalam NPS di tahun keduanya sebagai polisi karena keinginannya yang kuat untuk melindungi penjahat, sama seperti prinsip NPS. Keahliannya adalah pertarungan jarak dekat dengan tinjunya dan ia amat payah dalam hal menembak. Menurut Ichigo, jika penjahat itu mati, maka korban tidak akan memiliki tempat untuk melampiaskan semua kekesalan dan kemarahannya. Untuk itulah, ia mati-matian menjaga prinsipnya.
Berbeda dengan Iori Soga, sniper terbaik di SAT. Ia tidak akan segan-segan untuk menembak mati penjahat. Menurutnya, pendapat Ichigo itu sangat tidak masuk akal. Untuk apa penjahat dibiarkan hidup jika 50% penjahat yang sudah keluar penjara kembali melakukan kejahatannya? Dan ia selalu bersitegang dengan Ichigo.
Ternyata, dua orang ini memiliki masa lalu yang kelam sehingga membentuk kepribadian masing-masing. Ada beberapa kasus yang mengharuskan NPS dan SAT bekerja sama, jadi Ichigo dan Iori sering bertemu. Belum lagi ada hidden agenda dari seorang petinggi kepolisian di pemerintahan.